22
May

Download Free Trial Krishand PPN Versi 3.0 – Ekspor Data ke Aplikasi e-Faktur

Sehubungan dengan mulai digunakannya aplikasi e-Faktur untuk pelaporan pajak PPN, maka telah dirilis software Krishand PPN 1111 versi 3.0. Bagi Anda yang ingin mencoba software terbaru ini, silakan download free trialnya di www.pajak.net/download/ppn1111v3.exe (upload terakhir tgl 1 Juni 2015)

Cara install:

  • Download file ppn1111v3.exe dan simpan di suatu folder sementara misalkan di c:\temp
  • Dobel klik file ppn1111v3.exe dan install di folder c:\krishand\ppn\1111v3
  • Login dengan user name: Admin dan password: krishand

Program update Krishand PPN 1111 versi 3.0 bisa didownload di www.pajak.net/download/ppn97_1111v3_upd.exe (last update 3 Juli 2015). Download file ppn97_1111v3_upd.exe dan dobel klik untuk ekstrak ke folder c:\krishand\ppn\1111v3.

Silakan menonton video di bawah ini untuk memahami cara transfer data faktur pajak keluaran dari software Krishand PPN ke aplikasi e-Faktur.

Di bawah ini adalah tampilan rangkuman PPN selama setahun yang disajikan dalam software Krishand PPN 1111 versi 3.0

rangkuman ppn selama setahun

Untuk menggunakan e-Faktur, Pengusaha Kena Pajak (PKP) diharuskan terlebih dahulu memiliki Sertifikat Elektronik untuk keamanan transaksi penggunaan Faktur Pajak elektronik (e-Faktur). Oleh karena itu, PKP harus mencermati syarat dan ketentuan pemberian Sertifikat Elektronik untuk mendapatkannya.

Setelah memperoleh Sertifikat Elektronik untuk penggunaan e-Faktur, PKP tentu perlu menyiapkan seperangkat komputer dengan spesifikasi standard (Processor Dual Core, RAM 3 GB, Hard disk dengan sisa space min 50GB, Monitor, Mouse dan Keyboard) yang telah ter-install Sistem Operasi (Linux, MacOS maupun Microsoft Windows), Java versi 1.7 dan PDF Reader (Adobe Acrobat Reader dan sejenisnya). Komputer juga harus dapat terhubung ke jaringan internet, tidak perlu 24 jam terkoneksi, cukup pada saat tertentu saja.

Selanjutnya, install aplikasi e-Faktur yang dapat di download pada situs Direktorat Jenderal Pajak. Setelah ter-install, siapkan password permintaan nomor seri Faktur Pajak dan username penandatanganan Faktur Pajak. Jangan lupa siapkan juga nomor seri Faktur Pajak yang telah didapatkan dari Kantor Pelayanan Pajak atau dari situs Direktorat Jenderal Pajak.

Pada prinsipnya, satu komputer dapat digunakan untuk menjalankan beberapa aplikasi e-Faktur. Namun demikian, untuk keamanan data transaksi dan kenyamanan aplikasi tidak disarankan untuk menggunakan beberapa aplikasi e-Faktur dalam satu komputer. Ditambah lagi, satu Sertifikat Elektronik hanya diberikan untuk satu PKP dan satu Sertifikat Elektronik hanya dapat digunakan untuk satu Aplikasi e-Faktur.

Setelah berhasil melakukan instalasi aplikasi e-Faktur dan sertifikat elektronik berhasil diotentifikasi, proses selanjutnya adalah input Faktur Pajak yang ada ke dalam aplikasi e-Faktur. Input Faktur Pajak dilakukan seperti halnya input Faktur Pajak konvensional, key in dan import file csv melalui software Krishand PPN 1111.

Untuk PKP yang mempunyai transaksi dalam jumlah banyak dan telah mempunyai sistem penerbitan Faktur Pajak tersendiri, tidak harus menginput data Faktur Pajaknya satu per satu setiap transaksi (key in). Mereka dapat melakukan impor data dari sistem Krishand PPN 1111 ke aplikasi e-Faktur dengan menggunakan skema dan mekanisme impor data melalui aplikasi e-Faktur. Pada tahap entry data ini tidak diperlukan koneksi internet.

Setelah semua data terekam dalam aplikasi e-Faktur, langkah selanjutnya adalah pelaporan e-Faktur dengan cara meng-upload seluruh data Faktur Pajak ke sistem Ditjen Pajak untuk memperoleh persetujuan. Dalam proses persetujuan ini, sistem di Ditjen Pajak akan melakukan pengecekan identitas PKP dan Nomor Seri Faktur Pajak.

Pengecekan Identitas meliputi pengecekan NPWP baik Penerbit Faktur Pajak maupun lawan transaksinya, status PKP dari Penerbit Faktur Pajak (wajib e-Faktur atau tidak dsb). Sedangkan pengecekan nomor seri Faktur Pajak meliputi apakah nomor seri yang tertera didalamnya benar merupakan jatah nomor seri penerbit Faktur Pajak dan apakah tanggal Faktur Pajak tersebut valid berdasarkan sistem DJP.

Setelah e-Faktur memperoleh persetujuan dari Ditjen Pajak, barulah e-Faktur merupakan Faktur Pajak yang sah proses penerbitannya. Dalam hal keterangan yang tercantum pada e-Faktur merupakan keterangan yang tidak sebenarnya atau tidak sesungguhnya, maka e-Faktur tersebut tidak memenuhi kriteria lagi sebagai Faktur Pajak yang sah.

e-Faktur yang tidak memperoleh persetujuan dari Ditjen Pajak, bukan merupakan Faktur Pajak yang sah. Konsekuensinya, Faktur Pajak tersebut tidak dapat digunakan sebagai kredit pajak oleh lawan transaksi.

Mengenai batas waktu upload e-Faktur atau pelaporan e-Faktur ke dalam sistem DJP, sampai saat ini hal tersebut belum diatur. Namun demikian, sesuai dengan proses bisnis perusahaan yang lazim, pembeli akan meminta Faktur Pajak sesegera mungkin. Jadi sebaiknya, segera laporkan Faktur Pajak, setelah direkam.

Pelaporan yang segera juga bermanfaat untuk menghindari adanya transaksi yang lupa tidak dilaporkan atau lupa di-upload ke sistem DJP, yang akan mengakibatkan dikenakannya sanksi perpajakan.

Data atau keterangan yang terapat pada e-Faktur yang telah diberikan persetujuan oleh DJP adalah sama dengan data yang dimiliki oleh DJP. Untuk itu, pastikan keterangan fisik yang ada di cetakan e-Faktur sama dengan data yang ada pada Sistem e-Faktur DJP.

Caranya? Scan QR Code yang ada pada cetakan e-Faktur dengan aplikasi “QR Reader” yang terdapat smartphone yang compatible. Apabila data yang tampil di layar smartphone Anda sama dengan data yang tertera pada cetakan e-Faktur tersebut, berarti e-Faktur tersebut valid. Sebaliknya, apabila data yang tampil berbeda, dapat dipastikan bahwa e-Faktur tersebut tidak valid dan tidak dapat dijadikan sebagai kredit pajak.

Hal-hal yang perlu diperhatikan masyarakat dengan pemberlakuan e-Faktur ini adalah bahwa Faktur Pajak ini berbentuk elektronik sehingga tidak diwajibkan untuk dicetak dalam bentuk kertas. Namun demikian dalam hal diperlukan cetakan kertas baik oleh pihak penjual dan/atau pihak pembeli, e-Faktur dapat untuk dicetak sesuai kebutuhan.

Di samping itu, e-Faktur ditanda tangani secara elektronik dalam bentuk online barcode sehingga tidak disyaratkan lagi untuk ditandatangani secara basah. Selain itu, semua e-Faktur menggunakan mata uang Rupiah. Dalam hal e-Faktur dicetak dalam bentuk file pdf dan/atau kertas, maka contoh tampilannya adalah sebagaimana terlampir dalam lampiran III Pengumuman Nomor PENG-1/PJ.02/2015 tentang Faktur Pajak Berbentuk Elektronik (e-Faktur) yang ditetapkan tanggal 16 Maret 2015 lalu.

Apabila e-Faktur dicetak di atas kertas yang disediakan secara khusus oleh PKP, misalnya kertas yang telah dicetak logo perusahaan, alamat, atau informasi lainnya, maka e-Faktur yang dicetak di atas kertas tersebut tetap berfungsi sebagai Faktur Pajak.

Kedepannya, pemberlakuan e-Faktur yang dilandasi oleh Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2014 akan diterapkan pada seluruh PKP di pulau Jawa dan Bali per tanggal 1 Juli 2015 dan kepada PKP di seluruh Indonesia per tanggal 1 Juli 2016.

Bila PKP merasa sudah siap menggunakan e-Faktur sebelum 1 Juli 2015, maka diperbolehkan menggunakan e-Faktur dengan mengajukan permohonan sertifikat elektronik terlebih dahulu kepada Direktorat Jenderal Pajak serta melakukan regristrasi.

03
May

Jual Slip Gaji Confidential

Penggunaan slip gaji confidential sangat membantu dalam hal administrasi penggajian. Di samping itu, perusahaan Anda juga akan kelihatan lebih bonafid jika karyawan Anda menerima laporan penghasilannya disajikan dalam slip gaji confidential.

Slip gaji confidential yang kami jual berukuran 8.5 inch x 5.5 inch (kertas letter / kuarto dibagi 2), continuous form terdiri dari 3 lembar. Untuk pemesanan slip gaji confidential, bisa hubungi 021-736 3764.

Kami tidak menyediakan jasa pembuatan slip gaji fiktif untuk keperluan pengajuan KPR, kartu kredit, dsbnya.

Berikut ini contoh penggunaan slip gaji confidential yang dicetak dengan menggunakan Krishand Payroll. Klik masing-masing gambar di bawah ini untuk melihat gambar yang lebih besar.


slip gaji confidential


slip gaji confidential


slip gaji confidential

25
Jul

Membuat Penomoran Kode Barang Yang Baik Untuk Sistem Persediaan Barang (Inventory)

Nomor Identifikasi Barang (Penomoran Barang) digunakan untuk mengidentifikasi barang-barang secara unik yang Anda muat di dalam daftar persediaan barang (inventory). Beberapa perusahaan menyebutnya “part number”, “nomor model”, “kode produk”, “kode barang”, “kode item”, dan lain sebagainya. Tapi bagaimanapun Anda menyebutnya, penomoran barang sangat penting bagi Anda dan untuk sistem inventory barang yang Anda pakai. Apabila Anda ataupun sistem Anda tidak mampu mengidentifikasi barang secara unik, Anda tidak akan dapat memperhitungkan aktivitas dan keberadaan dalam inventory Anda secara efektif. Penomoran barang juga berfungsi sebagai singkatan untuk deskripsi barang. Alih-alih memasukkan keseluruhan nama atau keterangan untuk barang tertentu, Anda dapat menggunakan penomoran barang yang jauh lebih pendek. Hal ini akan mempercepat proses entri data dan pengelolaan inventory (stock barang).

Continue Reading »

22
Jun

Ekspor Data Faktur Penjualan (Invoice) Dalam Format Excel / CSV ke Aplikasi e-Faktur

Di dalam Krishand PPN 1111, tersedia fungsi untuk menarik (impor) data penjualan dari Excel, lalu otomatis dibuatkan Faktur Pajak sesuai dengan penjatahan nomor. Setelah itu, transaksi Faktur Pajak yang telah dibikin dapat langsung diekspor ke aplikasi e-Faktur. Anda tidak perlu repot lagi input manual ke dalam program e-Faktur.

Untuk beberapa klien kami yang menggunakan sistem ERP dari luar seperti SAP maupun sistem lainnya, kami melakukan customize software Krishand PPN sedemikian rupa sehingga bisa langsung menarik data penjualan mereka dari format Excel / CSV tanpa user perlu mengubah format data.

Jika Anda telah memiliki sistem penjualan (invoicing), tetapi masih mengetik manual (satu per satu) transaksi Faktur Pajak ke dalam software e-Faktur, maka sudah saatnya Anda menghubungi kami di 021-7363764 atau email ke [email protected] untuk segera mendapatkan solusi atas pekerjaan perpajakan Anda.

05
Jun

SE-26/PJ/2015 – Penegasan Penggunaan Nomor Seri Faktur Pajak dan Tata Cara Pembuatan Faktur Pajak

Sehubungan dengan banyaknya penafsiran dalam implementasi PER-24/PJ/2012, maka Direktur Jenderal Pajak mengeluarkan penegasan mengenai penggunaan nomor seri Faktur Pajak dan tata cara pembuatan Faktur Pajak melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-26/PJ/2015 tanggal 2 April 2015:

  1. Pengusaha Kena Pajak wajib membuat Faktur Pajak dengan menggunakan Nomor Seri Faktur Pajak yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
  2. Nomor Seri Faktur Pajak yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak digunakan untuk membuat Faktur Pajak pada tanggal Surat Pemberian Nomor Seri Faktur Pajak atau tanggal sesudahnya dalam tahun yang sama dengan Kode Tahun yang tertera pada Nomor Seri Faktur Pajak tersebut.

    Contoh:
    PKP A menerima Surat Pemberian Nomor Seri Faktur Pajak tertanggal 10 November 2014 dengan Nomor Seri Faktur Pajak 004-14.00000001.Dengan demikian, PKP A hanya dapat menggunakan Nomor Seri Faktur Pajak tersebut untuk membuat Faktur Pajak tanggal 10 November 2014 atau tanggal setelahnya dalam tahun 2014.PKP A dilarang menggunakan Nomor Seri Faktur Pajak tersebut untuk membuat Faktur Pajak sebelum tanggal 10 November 2014.

  3. Faktur Pajak dengan tanggal mendahului (sebelum) tanggal surat pemberian Nomor Seri Faktur Pajak merupakan Faktur Pajak yang mencantumkan keterangan yang tidak sebenarnya atau tidak sesungguhnya, sehingga merupakan Faktur Pajak Tidak Lengkap.

    Contoh:

    PKP A menerima Surat Pemberian Nomor Seri Faktur Pajak tertanggal 10 November 2014 dengan Nomor Seri Faktur Pajak 004-14.00000001.PKP A menggunakan Nomor Seri Faktur Pajak tersebut di atas untuk pembuatan Faktur Pajak tertanggal 1 November 2014.

  4. PKP yang menerbitkan Faktur Pajak Tidak Lengkap dikenai sanksi administrasi  yaitu sebesar 2% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) yang tercantum di Faktur Pajak tersebut.
  5. Terbatas hanya untuk Faktur Pajak Tidak Lengkap sebagaimana dimaksud pada angka 3, PKP diperkenankan melakukan hal-hal sebagai berikut:a. Terhadap Faktur Pajak Tidak Lengkap tersebut dilakukan pembatalan Faktur Pajak;
    b. Dibuat Faktur Pajak baru dengan menggunakan Nomor Seri Faktur Pajak yang sama dengan Faktur Pajak Tidak Lengkap yang telah dibatalkan tersebut;
    c. Tanggal Faktur Pajak yang baru dibuat tersebut tidak boleh mendahului (sebelum) tanggal Surat Pemberian Nomor Seri Faktur Pajak yang bersangkutan.Contoh:
    PKP A menerima Surat Pemberian Nomor Seri Faktur Pajak tertanggal 10 November 2014 dengan Nomor Seri Faktur Pajak 004-14.00000001.PKP A membuat Faktur Pajak dengan Kode dan Nomor Seri 010.004-14.00000001 dengan tanggal Faktur Pajak 1 November 2014.

    Hal-hal yang dapat dilakukan oleh PKP A adalah:

    a. Faktur Pajak tanggal 1 November 2014 dengan Nomor Seri 010.004-14.00000001 dibatalkan.
    b. PKP A membuat Faktur Pajak yang baru dengan Nomor Seri Faktur Pajak yang sama yaitu 010.004-14.00000001 dengan tanggal Faktur Pajak tanggal 10 November 2014 atau tanggal setelahnya dalam tahun 2014.

  6. Dalam hal Faktur Pajak sebagaimana dimaksud pada angka 5 ternyata diketahui bahwa saat seharusnya Faktur Pajak tersebut dibuat adalah pada tanggal 1 November 2014, maka Faktur Pajak tersebut merupakan Faktur Pajak yang dibuat tidak tepat waktu oleh Pengusaha Kena Pajak.
  7. Dalam hal Faktur Pajak yang tidak tepat waktu sebagaimana dimaksud pada angka 6 dibuat setelah melewati jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak saat Faktur Pajak seharusnya dibuat, PKP dianggap tidak menerbitkan Faktur Pajak.
  8. Pembatalan dan pembuatan Faktur Pajak sebagaimana dimaksud pada angka 5 dan 6 dapat dilakukan sepanjang Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai di mana Faktur Pajak tersebut dilaporkan belum dilakukan pemeriksaan, belum dilakukan pemeriksaan bukti permulaan yang bersifat terbuka, dan/atau PKP belum menerima Surat Pemberitahuan Hasil Verifikasi.
  9. Faktur Pajak yang mencantumkan keterangan yang sebenarnya atau sesungguhnya namun dibuat tidak tepat waktu oleh PKP sebagaimana dimaksud pada angka 6 dapat dikreditkan sebagai Pajak Masukan sepanjang ketidaktepatan waktu penerbitan Faktur Pajak tersebut tidak melewati jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak saat Faktur Pajak seharusnya dibuat.
  10. Direktorat Jenderal Pajak hanya dapat memberikan Nomor Seri Faktur Pajak dengan 2 (dua) digit tahun penerbitan sesuai dengan tahun diberikannya Nomor Seri Faktur Pajak tersebut.
20
Apr

Cara Mudah Input Data Ke Dalam Aplikasi e-Faktur Lewat Krishand PPN Versi 3.0

E-Faktur atau Faktur Pajak yang berbentuk elektronik merupakan faktur pajak yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan dan/atau disediakan oleh DJP. Sejak Juli 2014, sebanyak 45 perusahaan telah ditetapkan sebagai peserta pilot project e-Faktur.

Bulan Juli 2015 direncanakan program ini akan diberlakukan untuk Pengusaha Kena Pajak (PKP) seluruh Jawa dan Bali. Sedangkan pemberlakukan e-Faktur secara nasional akan secara serentak dimulai pada 1 Juli 2016.

Saat ini seluruh Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar, Kantor Pelayanan Pajak Khusus, Kantor Pelayanan Pajak Madya dan seluruh Kantor Pelayanan Pajak Pratama di Jawa dan Bali sedang mengadakan sosialisasi e-faktur kepada PKP yang terdaftar di KPP nya, sehingga pada saat penerapan efaktur per 1 Juli 2015 semua PKP yang diwajibkan e-faktur telah siap melaksanakan.

Untuk memudahkan Anda menginput data Faktur Pajak, maka akan segera dirilis software Krishand PPN versi 3.0. Dengan menggunakan Krishand PPN 3.0, Anda bisa mengekspor data dari Krishand PPN ke program e-Faktur.

Di dalam aplikasi e-Faktur, kami tidak menemukan cara untuk menginput transaksi penjualan yang menggunakan mata uang asing. Akan tetapi, Anda tetap dapat menginput original currency dalam Krishand PPN, dan saat datanya diekspor ke e-Faktur, sistem dari Krishand akan mengkonversi ke mata uang Rupiah.

Beberapa contoh tampilan yang diambil dari program e-Faktur

Input Data Lawan Transaksi
Program e-Faktur - Referensi Lawan Transaksi

Input Data Barang
Program e-Faktur - Referensi Barang / Jasa

Input Transaksi Faktur Pajak Keluaran
Program e-Faktur - Langkah Ke-1 Rekam Faktur Pajak

Program e-Faktur - Langkah Ke-2 Rekam Faktur Pajak

Program e-Faktur - Langkah Ke-3 Rekam Faktur Pajak

Program e-Faktur - Langkah Ke-4 Rekam Faktur Pajak

Program e-Faktur - Langkah Ke-5 Rekam Faktur Pajak

Program e-Faktur - Langkah Ke-6 Rekam Faktur Pajak

Program e-Faktur - Langkah Ke-7 Rekam Faktur Pajak

Aplikasi Program e-Faktur - Rekam Faktur Pajak Elektronik

Aplikasi Program e-Faktur - Rekam Faktur Pajak Elektronik

Aplikasi Program e-Faktur - Rekam Faktur Pajak Elektronik

Aplikasi Program e-Faktur - Rekam Faktur Pajak Elektronik

Aplikasi Program e-Faktur - Rekam Faktur Pajak Elektronik

Aplikasi Program e-Faktur - Rekam Faktur Pajak Elektronik

16
Feb

Software Fixed Assets Indonesia – Hitung Penyusutan Aktiva Tetap Fiskal / Komersial & Manajemen Inventaris Perusahaan

Krishand Software telah merilis software fixed assets Indonesia versi 2.0.1. Di dalam versi baru ini, terdapat beberapa penambahan fitur baru dan perbaikan bug dari versi sebelumnya.

Perusahaan banyak membeli asset, tetapi tidak terpantau dengan baik. Saat asset mau dipakai, dicari-cari tidak ketemu karena tidak jelas keberadaannya. Dengan menggunakan software ini, maka banyak asset/invetaris perusahaan yang akan terselamatkan dan terjaga dengan baik.

Klik untuk download software Krishand Fixed Assets versi 2.0.1

Cara install

  • Download dulu file FA201.exe (ukuran file 64,088 Kb) dan simpan di suatu folder misalkan di c:\temp
  • Setelah download selesai, cek dulu apakah ukuran filenya sebesar 64,088 Kb
  • Jika sudah oke, dobel klik file FA201.exe
  • Klik tombol Next
  • Klik “I accept the terms”, klik tombol Next lagi
  • Klik tombol Next lagi sampai proses install selesai.

Data user untuk login ke menu utama

  • User name: Admin
  • Password: krishand

Jika ada hal yang ingin Anda tanyakan, silakan kirimkan email ke [email protected]

04
Dec

Program Slip Setoran BCA

Jika sedang membuat slip setoran BCA, paling bikin bete waktu mengisi bagian Terbilang. Untuk memudahkan pekerjaan tersebut, bisa download software setoran BCA di bawah ini

Cara install

  • Download semua file (9 file) di atas dan simpan semua file tersebut di dalam satu folder yang sama
  • Setelah semua file berhasil didownload, dobel klik file setoranbca.exe
  • Muncul menu installer software setoran BCA
  • Klik tombol Continue
  • Klik tombol OK
  • Klik Typical
  • Jika muncul dialog menu yang salah satu pilihannya adalah  Ignore, maka klik tombol Ignore.
  • Setelah program selesai diinstall, klik Start – All Programs – Krishand Setoran BCA
  • Login dengan user name : admin dan password : krishand
Software Slip Setoran BCA

Software Slip Setoran BCA

31
Oct

Memanfaatkan Fitur Key Analysis Dalam Software Akuntansi Krishand GL

Di dalam software Krishand GL versi 4.0. terdapat fitur key analysis yang sangat disukai oleh para Akuntan yang berpengalaman. Gambar-gambar di bawah ini bisa memberikan sedikit gambaran cara implementasi fitur tersebut di dalam sistem accounting perusahaan Anda.

setup cabang - krishand gl 4.0setup daftar perkiraan - krishand gl 4.0setup key analysis - krishand gl 4.0setup counter - key analysis pertama - krishand gl 4.0setup merek - key analysis kedua - krishand gl 4.0setup kode bukti - krishand gl 4.0transaksi jurnal - krishand gl 4.0transaksi jurnal - krishand gl 4.0transaksi jurnal - krishand gl 4.0transaksi jurnal - krishand gl 4.0transaksi jurnal - krishand gl 4.0setup format laporan keuangan - krishand gl 4.0rangkuman saldo grouping by counter - krishand gl 4.0rangkuman saldo grouping by merek - krishand gl 4.0rangkuman saldo grouping by counter dan merek - krishand gl 4.0menu laporan - krishand gl 4.0laporan laba/rugi masing-masing counter dalam format excel - krishand gl 4.0menu laporan - krishand gl 4.0laporan laba/rugi masing-masing merek dalam format excel - krishand gl 4.0menu laporan - krishand gl 4.0laporan laba/rugi jan-des semua counter dalam format excel - krishand gl 4.0

23
Oct

Software Monitor Harga Saham – Profit Investasi Saham Jadi Maksimal

Dalam investasi saham, sering kali kita kehilangan momen untuk membeli atau menjual saham. Hal tersebut terjadi karena keterbatasan waktu kita untuk terus memonitor pergerakan harga saham.

Dengan menggunakan software Krishand Stock, maka kita akan mendapatkan notifikasi jika harga suatu saham mencapai harga yang telah kita tentukan atau naik/turun sesuai dengan persentase yang kita inginkan.

Silakan download file-file di bawah ini:

Login name: admin
Password login: krishand

05
Oct

Software Update Krishand GL 4.0 – Ekspor Data Laporan Keuangan ke Excel

Untuk memudahkan user Krishand GL versi 4.0 mengolah lebih lanjut laporan Neraca dan Laba/Rugi di Excel, maka kami telah menambahkan fungsi ekspor ke Excel untuk beberapa laporan utama. Dengan fungsi baru ini, maka hasil ekspor datanya sudah kelihatan rapi di Excel.

Jika Anda  pengguna software Krishand GL versi 4.0, silakan klik download program update Krishand GL 4.0. Setelah download file krgl97_40_upd.exe, dobel klik file tersebut dan ekstrak ke folder c:\krishand\gl\40

Di samping itu, bagi Anda yang ingin mencoba software Krishand GL, silakan download free trial di bawah ini.

Cara install :

  • Download ke-11 file tersebut di atas dan simpan di suatu folder sementara misalkan c:\temp
  • Setelah semua file didownload, masuk ke folder c:\temp dan cari file gl4_installer.exe
  • Dobel klik file gl4_installer.exe untuk install.
  • Login dengan user name : Admin dan password : krishand

Software Krishand GL bukan sekedar Software General Ledger biasa. Banyak fitur dalam Krishand GL yang tidak ditemukan dalam sof tware akuntansi lainnya. Di bawah ini adalah salah satu contoh implementasi sistem dari user kami.

Perusahaan bergerak di bidang usaha penjualan dan servis berbagai merek dekstop PC dan notebook, punya kantor di berbagai kota di seluruh Indonesia. Di setiap kota, terdapat 1 atau beberapa counter penjualan. Direktur perusahaan ingin mendapatkan laporan keuangan sebagai berikut :

  • Laporan pendapatan dan biaya per kantor
  • Laporan pendapatan dan biaya per counter
  • Laporan pendapatan dan biaya per divisi usaha
  • Laporan pendapatan dan biaya per merek
  • Laporan pendapatan dan biaya per group barang (PC dan notebook)

Jika Anda sebagai staff accounting, bagaimana Anda mensetup Chart of Accountnya ?
Berapa ratus/ribu nomor perkiraan yang harus Anda buat untuk mengakomodir kebutuhan pelaporan di atas ?
Belum lagi setiap kali ada penambahan kantor baru atau counter baru atau merek baru atau account biaya baru, maka begitu banyak account baru yang harus dibuat.

Jika Anda menggunakan software Krishand General Ledger Versi 4.0, maka permintaan laporan seperti contoh kasus di atas merupakan hal yang mudah. Kenapa bisa begitu ? Karena di dalam Krishand GL 4.0, terdapat 6 jenis entitas berbeda (key analysis) yang dapat Anda bebas gunakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Merujuk contoh kasus di atas, maka transaksi jurnal di Krishand GL kira-kira seperti ini

Nomor Perkiaran | Uraian Jurnal | Debet | Kredit | Wilayah | Counter | Divisi | Merek | Group Produk

Saat Anda menginput transaksi jurnal, selain menginput kolom Nomor Perkiraan, Anda juga dapat menginput data pada kolom-kolom tambahan (Kantor / Counter / Divisi / Merek / Group Produk). Jadi di dalam Krishand GL, Anda dapat mensetup:

  • Daftar Perkiraan
  • Daftar Kantor
  • Daftar Counter
  • Daftar Divisi Usaha
  • Daftar Merek
  • Daftar Group Produk

Jika ada penambahan kantor baru, Anda cukup menambahkan 1 record di daftar kantor dan Anda tidak perlu utak-atik daftar perkiraannya. Demikian juga jika ada penambahan counter atau divisi usaha atau merek atau  group produk.

Ke-6 key analysis tersebut bebas ditentukan nama entitasnya oleh Anda dan fitur tersebut boleh digunakan dan tidak.

© 2008 Software Payroll, Pajak, PPh 21, PPN, Akuntansi