Format Faktur Pajak Terbaru Mulai Tanggal 1 April 2010

Terhitung mulai tanggal 1 April 2010, berlaku format Faktur Pajak yang baru. Klik untuk lihat contoh Faktur Pajak format terbaru. Contoh ini merupakan transaksi penjualan dalam mata uang Rupiah.

Berdasarkan pemahalam atas  beberapa peraturan pajak yang telah dikeluarkan, tidak berlaku lagi formulir Faktur Pajak Sederhana untuk pembeli tanpa NPWP.

Di dalam PMK Nomor 38/PMK.03/2010 pasal 4 ayat 1 dinyatakan bahwa dalam Faktur Pajak, untuk persyaratan formal paling sedikit harus memuat :

a. nama, alamat, dan NPWP yang menyerahkan BKP atau JKP;
b. nama, alamat, dan NPWP pembeli BKP atau penerima JKP;
c. jenis barang atau jasa, jumlah Harga Jual atau Penggantian, dan potongan harga;
d. PPN yang dipungut;
e. Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang dipungut;
f. kode, nomor seri, dan tanggal pembuatan Faktur Pajak;
g. nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani Faktur Pajak.

Dan di pasal 5 ayat 2 dinyatakan bahwa bagi PKP yang membuat Faktur Pajak yang tidak memenuhi persyaratan formal akan dikenakan sanksi.

Tetapi terdapat pengecualian untuk sanksi tersebut seperti yang dinyatakan dalam Peraturan Dirjen Pajak Nomor 13/PJ/2010 pada pasal 15 ayat 2 dalam hal pembuatan Faktur Pajak yang tidak memuat nama, alamat dan NPWP pembeli. 

Walaupun transaksi Faktur Pajak Sederhana dan Faktur Pajak Standar digabung dalam satu dokumen baru yang namanya Faktur Pajak, maka dalam pelaporan SPT Masa PPN, tetap dibedakan pengelompokan antara Faktur Pajak dan Faktur Pajak Sederhana.

Untuk mengantisipasi peraturan PPN terbaru ini, telah dirilis software Krishand PPN 1107 versi 4.0 terbaru dan dalam waktu dekat, juga akan dirilis Krishand PPN 1108.

20 thoughts on “Format Faktur Pajak Terbaru Mulai Tanggal 1 April 2010”

  1. mohon informasinya, untuk pengisian faktur pajak terbaru bagaimana apabila customer adalah perorangan yg tidak mempunyai npwp, selama ini difaktur pajak sederhana kan tidak tercantum npwp, lalu bagaimana pengisian untuk format faktur pajak yg baru ini.

    thanks

  2. Dear Admin Krishand,

    1. Sebelumnya perusahaan saya pakai Krishand FP tahun 2007,
    apa ada update-annya ?
    2. Kalau untuk PPN 1107, apakah beda dengan Krishand FP,
    bila berbeda minta tolong untuk dikirimkan ke email saya, untuk di sampaikan ke manajemen bahwa ada perubahan settingan FP, karena selama ini persh, menggunakan Krishand FP.
    Mohon jawabannya Japri
    Salam
    Bahri

  3. Kami sudah menyediakan form Faktur Pajak dan Program PPN yang terbaru, silahkan kontak kami di 70708772 untuk mendapatkan info lebih lanjut.

  4. Untuk transaksi dengan WP yang tidak memiliki NPWP, penulisan dalam FAKTUR PAJAK untuk isian NPWP adalah 00.000.000.0-000.000.

  5. 1 Bagaimana Jika kita sudah terlanjur memberikan faktur pajak dengan format yang lama???
    Karena saya baru saja tahu di bulan mei ini kalau ada perubahan format faktur Pajak

    2. Apakan yang bertanda tangan di faktur Pajak harus direktur??? kalau dikuasakan ke karyawan yang telah dipercaya apakah boleh?? Apa persyaratannya??

    2. Apakah boleh buat NPWP di daerah lain tapi KTP bukan di daerah tersebut?? misalnya Buat NPWP di Makassar tapi KTP Jawa ?

    saya sangat membutuhkan bantuan bapak untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas
    Terima kasih

  6. Pertanyaan nomor 1. Faktur Pajak yang sudah terlanjur diberikan harus ditarik dan dibetulkan sesuai dengan format faktur pajak yang baru. Diganti atau tidak pasti akan dikembalikan oleh WP Lawan Transaksi ibu.

    Pertanyaan nomor 2. Penanda tangan Faktur Pajak tidak harus seorang Direktur bisa dikuasakan.

    Pertanyaan nomor 3. Sangat boleh, saya sendiri memiliki KTP Jawa Tengah namun NPWP saya KPP Serpong

  7. Terima kasih atas info soal Form faktur pajaknya.

    Saya ingin bertanya, untuk tanda tangan faktur pajak yang baru, apa cukup nama terang saja, dan tidak perlu jabatan seperti dalam form terdahulu…???

    terima kasih.

  8. Sesuai dengan SE-56/PJ/2010 tanggal 27 April 2010, bagi yang masih punya sisa cetakan Faktur Pajak format lama, diperbolehkan untuk menggunakannya sampai habis. Tapi mengapa admin “IVAN” menyatakan sebagai berikut:

    # May 30th, 2010 at 7:36 am
    #
    8
    ivan Says:

    Pertanyaan nomor 1. Faktur Pajak yang sudah terlanjur diberikan harus ditarik dan dibetulkan sesuai dengan format faktur pajak yang baru. Diganti atau tidak pasti akan dikembalikan oleh WP Lawan Transaksi ibu.

  9. aku orang yg belum pernah mengenal pajak jd sebelumnya aku minta maaf kalo pertanyaanku dianggap sepele…
    Faktur pajak tu diisi oleh siapa?oleh orang perpajakn atau pengusaha kena pajak y?
    trus yang tanda tangan dibawahnya siapa?
    thank b4…

  10. Faktur Pajak dibuat oleh pihak penjual yang statusnya udah Pengusaha Kena Pajak.
    Ditandatangani oleh pimpinan perusahaan.

  11. 1. Apakah WP perorangan yg memiliki NPWP bisa menerbitkan Faktur Pajak karena diminta penjual? 2. Apakah WP Perorangan bisa mendaftar menjadi PKP, padahal belum memiliki perusahaan?
    3. Apakah menjadi PKP harus memiliki perusahaan?
    Terima Kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *