Nov
Jangan Pilih Istri Akuntan Publik atau Auditor
Saya menikahi wanita yang memiliki karir profesional: AKUNTAN PUBLIK. Ya, dia adalah seorang auditor. Dan coba tebak apa yang dilakukannya.
1. Dia menyuruhku untuk menggunakan metode LIFO saat mengambil makanan yang disimpan di kulkas. Aduh …
2. Dia menganggapku tidak berbakat dalam bermain dengan angka. Aku sih no problem, makanya dia yang mengurus anggaran rumah tangga. Eh, tiap akhir bulan dia bikin invoice tagihan profesional fee sama aku. Waktu kubilang kalau aku ini suaminya, bukan kliennya, dia malah minta advance payment.
3. Aku heran kenapa pengeluaran terus meningkat steadily, sehingga suatu hari, aku mengintip kertas-kertas yang
ada di ordner berlabel “Current File”. Tak heran! Dia rupanya mencharge mileage (jarak) dan overtime ke dalam anggaran rumah tangga. Dia juga menagihkan Out of Pocket Expense ke dalamnya. Dia gila, dan aku udah bilang itu ke dia. Eh, dia malah bilang, “Ya enggaklah sayang, aku kan auditor …”
4. Setiap lembar kertas di rumah dicopy dan difilekan. Alasan dia, ada peraturan yang mengharuskan dia memaintain copy hasil kerjanya selama 10 tahun. Aku sungguh-sungguh khawatir …
5. Dia bilang kalau dia cinta aku, dan aku bilang kalau aku cinta dia juga. Tapi tetap aja, dia tidak pernah percaya. Katanya, ada kemungkinan terjadi mis-statement. Dan dia memintaku membuat Representation Letter mengenai masalah ini … Duhhh
6. Tahun lalu laporan keuangan rumah kami mendapatkan opini Qualified karena aku gak menyimpan supporting document atas expenseku
7. Awalnya aku heran, kenapa setiap akhir tahun selalu berdatangan surat-surat dari seluruh famili, kolega, termasuk warung di depan rumah. Ternyata, istriku mengirimi Confirmation Letter kepada mereka semua. Waktu aku protes, dia bilang konfirmasi dari pihak eksternal lebih realible. Cape deh …
8. Waktu istriku masak, dia sering tidak mengikuti resep. Bila resep bilang, tambahkan setengah sendok garam, atau satu sendok teh gula, atau setengah gelas air, dia selalu tidak peduli. Dia bilang kalau itu tidak material bila dibandingkan dengan seluruh menu yang disiapkan.
9. Aku bilang, dia itu gila. Tapi anehnya, semua orang bilang kalau dia auditor. Di kamus, ternyata kata “auditor” bukan sinonim untuk kata “gila”. Pasti kamusnya ketinggalan zaman .
10. Waktu kami menikah, dia memberikan Engagement Letter padaku. Awalnya aku bilang, “Oh, makasih ya sayang …” Ternyata setiap tahun dia memberikan surat yang sama. Katanya, standarnya mengharuskan dia melakukan itu bila ada indikasi kalau aku keliru memahami tujuan dan scope dari Engagement. Dia juga bilang, aku tidak bisa pisahdari dia begitu saja. Dia punya hak untuk didengar sebelum aku menunjuk orang lain. Dan dia juga menegaskan bila aku menunjuk orang lain menggantikan dia, maka harus ada komunikasi antara dia dan penggantinya, agar dia bisa menyampaikan keberatan profesionalnya. Mati kita.
11. Phew … Kadang kala, aku berpikir, kalau dia membahayakan going concernnya pernikahan ini. Duh … Kok aku jadi kebawa-bawa dia …
12. Ku kira pernikahanku ini sudah cukup gila, tapi ternyata ada temanku yang juga kawin dengan akuntan, punya cerita yang lebih parah. Istrinya mengkapitalisasi biaya pernikahan sebagai Preliminary Expenses, dan mengamortisasinya setiap tahun. Biaya-biaya yang dikeluarkan sebelum berumah tangga, juga dikapitalisasi sebagai biaya pra-pernikahan. Juga, waktu yang dihabiskannya selama pacaran sebelum menikah sedang dalam proses valuasi, untuk dimasukkan sebagai intangible assets.
Teman -teman, berpikirlah dua kali sebelum menikahi auditor. Kau harus mempertimbangkan besar risk sebelum memulai engagement. Duh … Aku ternyata sudah gila.

audit gila
March 21st, 2008 at 6:44 amhe..he…he…
July 12th, 2008 at 5:52 amyang namanya cinta u gak pandang auditor, klo dah cinta mo apa lagi….
moga langgeng aj deh
good story hehehehehe
July 17th, 2008 at 5:56 amWah kalau punya istri kayak begini, bisa bisa mati berdiri, jangan kan hidup, mau mati saja susah kalii…
September 1st, 2008 at 2:37 amyou enjoy aja gue juga punya istri auditor, yang penting beri dia data data yang akurat dan berkompeten dengan perasaan CINTA
October 2nd, 2008 at 5:29 amMungkin kalau aku jadi seorang Auditor atau Akuntan Publik,,Aq gax akan segitunya kaliii…,ama Suami…,kasehan?Jdi harus punya Suami yang derajatnya lebih tinggi dari seorang Auditor atau Akuntan Publik.:)
October 12th, 2008 at 3:34 ammenurutku gak semua auditor kyak istrimu, semua tergantung pada sifat diri masing2.aq seorang wanita yg ingin menjadi seorang akuntan publik.
November 14th, 2008 at 12:25 pmtapi kayaknya gak akan separah itu dechhh,
n please jangan menjudge semua auditor tuh sama….,
lihat jugalah sisi baiknya,
bersyukur itu lebih baik…
seorang auditor itu kan harus independen/ tidak memihak, auditor tidak akan pedulikan status anda biarpun anda adalah istrinya.. tapi setidaknya dapat seorang auditor gratis untuk perusahaan anda.. wkwkwk..
November 19th, 2008 at 2:19 am[...] Diambil dari website http://www.pajak.net/blog/2007/11/02/jangan-pilih-istri-akuntan-publik-atau-auditor [...]
December 6th, 2008 at 7:13 amidihhh…
April 30th, 2009 at 11:51 pmgitu bgd sh..
hahahahhahah
oh kejamnya dikau menggangap semua auditor cewe kaya istri loe. kalo istri loe kaya gitu.itumah derita loe…he…he…..
May 30th, 2009 at 5:41 amaq baca ini..d saat aq sdng cr bahan2 skripsi..bwt seorang ce stEi..yg sdng aq deketi..sdikit merinding n ngeri..tp ttep msh bersikukuh hATi..berniat agar dya bersimpati..walo diri ni bkn anak akutansi..tp trnyata gk happy ending skr ini..cedih skali…asemmmm lw “V”..
July 3rd, 2009 at 4:01 pmhaha..keren”,,
August 3rd, 2009 at 9:24 amnah gimana kalo dua”nya auditor?
Huahahaa
August 6th, 2009 at 7:39 amakuntan publik tuh karir…
klo Cinta ya masalah hati..
ga segitunya kali di campur2in…hhehee
sukses karir n Cinta juga dunkz…
gmn klo suami istri auditor/akuntan jg?ad artikelny ..
August 10th, 2009 at 11:24 amG gitu2 bgt kali yahhhh
ahhhh…anda lebai…..
gila,mnrt gw kren bgt tuh..
September 26th, 2009 at 12:39 pmaku lg ngotot bgt pngn akuntan publik,wlaupun skrg gw kls 1 sma..
smgaaa..
Ini cerita beneran? Masa sih?parah bgt soalnya.. Hehe, kayaknya gw kl jadi akuntan publik gakan segitunya deh..
October 5th, 2009 at 5:54 amhahahahaha,,, nice….
November 6th, 2009 at 10:15 ampayaaaaaah cerita loe benar ato cuma kkayalan ;loe doank:)
November 10th, 2009 at 6:36 amhahha..
November 24th, 2009 at 3:07 pmwah, parah bgt tuch..
gk smpe sgtunya x,,itu sich derita mu..
cb dlihat aj dari sisi positif nya,,
ge an kn jg dpt konsultan gratis..
hahahah
ceritanya lucu…
December 2nd, 2009 at 4:08 ambut, terkesan impossible
wah klo gtu kitanya hrs lbh pinter,,jgn mau di bego-begoin ama aturan PSAK(pernyataan standar akuntansi keuangan) ma PSAP(pernyataan standar auditor publik)klo g salah itu kepanjangannya hehe
January 14th, 2010 at 7:29 amkawin itu hanya sekali, kalaupun ada yang kedua yaah kagak seperti yang pertama, sekarang lu dapat istri auditor yaah memang nasib lu aja yang malang dalam cinta, nikmati aja dan syuuuuukuri, gitu aja kok repot
March 12th, 2010 at 1:05 pmkerenn bagett !!
October 5th, 2010 at 12:48 pmakku sukka ..
bisaa jadii inspirasii ittu.. hihihih
hahhahaha..
January 13th, 2011 at 2:37 pmkeren bgt iztri loe…
kyanya akuntan jg hruz breng akuntanlah…
biar saling mmbantu…
hahhahah
Bagus ceritanya dan sangat menarik. hehehehehe
February 23rd, 2011 at 7:39 amwah…wah…bisa stress trus gilaa neeh punya istri kaya getoo..tapi apa ada sih yg kyak gt? terlalu berlebihan, ah paling2 cuma fiksi…ya ga mungkin segitunya lah…itu mah dah ga waras..mungkin stress ma kerjaannya jd auditor, akhrnya mpe dibawa2 ke smua sisi kehidupan..gile..gile wkwkwk…jadiin novel fiksi ja..kayaknya cukup menarik dweh..hehehe
March 14th, 2011 at 4:26 pmakuntan gak sejelek tu X..
kan ada sisi baeknya..
May 5th, 2011 at 7:36 ambuat hindari kecurangan..^_^
waaahhh,, klo nnti jodoh saya tau klo sya mau jdi akuntan publik bsa gawat donkk,,,
May 28th, 2011 at 12:57 pmhahahaha
ha.ha… lumayan juga tuh… antik buanget yah…?
July 28th, 2011 at 3:29 amFebruary 2nd, 2012 at 9:57 am