Category Archives: Artikel

Company Performance Measurement

Di dalam artikel “Perkenalan dengan Audit”, telah disebutkan definisi dari laporan keuangan. Informasi akuntansi terdapat di dalam laporan keuangan. Informasi tersebut diolah, dianalisis sehingga bisa didapatkan berbagai kesimpulan bagaimana performance perusahaan. Berbagai masalah (findings) atau “room for improvements” bisa ditemukan dan berbagai keputusan guna memperbaiki kekurangan bisa diambil. Perlu diketahui bahwa performance measurement yang akan dibahas di sini adalah untuk melihat kondisi perusahaan secara umum dan bukan untuk akun-akun tertentu.

Continue reading Company Performance Measurement

PTKP Tahun 2016 – Peraturan Menteri Keuangan 101/PMK.010/2016

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 101/PMK.010/2016, terhitung tanggal 1 Januari 2016, besarnya PTKP (penghasilan tidak kena pajak) Wajib Pajak orang pribadi disesuaikan menjadi sebagai berikut:

  • Rp 54.000.000,00 (lima puluh empat juta rupiah) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi;
  • Rp 4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah)  tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin;
  • Rp 54.000.000,00 (lima puluh empat juta rupiah)  tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suam1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang­ Undang Nomor 36 Tahun 2008;
  • Rp 4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah)  tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

Untuk memudahkan perhitungan PPh 21, sebaiknya Anda menggunakan software Krishand Payroll atau Krishand PPh 21

 

Pengetahuan Dasar Mengenai Transfer Pricing

Bilamana kita mendengar istilah “pajak”, umumnya yang terlintas adalah “pajak terhutang”, “pajak badan”, “kurang/lebih bayar”, atau “pajak penghasilan perorangan”. Istilah-istilah itu tidak lagi asing bagi kita, karena pada umumnya kita menghadapai hal-hal tersebut di dunia kerja. Ada perihal lain yang mana banyak perusahaan sering bergelut, namun tidak selalu di-expose secara terang-terangan, yakni “transfer pricing”.
Continue reading Pengetahuan Dasar Mengenai Transfer Pricing

Manajemen Persediaan (Inventory Management)

Di dalam artikel ini akan dibahas mengenai pengendalian persediaan (inventories). Saat membaca artikel ini, kita harus memfokuskan mindset kita kepada perusahaan manufaktur. Perusahaan manufaktur akan membeli raw material, kemudian mengolahnya sehingga menjadi suatu barang yang berfungsi dan kemudian dijual kepada pelanggan. Barang yang dijualnya bisa menjadi raw material untuk perusahaan lain, atau bisa menjadi finished goods bagi mereka.
Continue reading Manajemen Persediaan (Inventory Management)

Perkenalan Dengan Balance Score Card

Balance Score Card (BSC) merupakan suatu performance management tool yang diperkenalkan oleh Robert Kaplan dan David Norton di tahun 1990-an. Mereka menyatakan bahwa guna mengukur performance dari sebuah perusahaan, tidak cukup dilihat dari laporan keuangannya saja. BSC merupakan suatu kerangka strategis yang digunakan manajemen sebuah organisasi untuk menyatakan visi-visinya, yang kemudian dimonitor implementasinya, lalu melihat efek dari implementasi tersebut. BSC ini mencakup 4 perihal yakni financial, customer, internal business process, dan learning and growth. Penggunaan BSC bukan saja hanya untuk mengukur keberhasilan di periode berjalan namun BSC juga menitikberatkan kepada perbaikan di kemudian hari. Perlu diingat bahwa BSC bukanlah sebuah KPI (key performance indicator) semata-mata, namun BSC merupakan sebuah management tool.

Continue reading Perkenalan Dengan Balance Score Card

Analytical Procedures Dalam Audit

Dalam artikel Perkenalan dengan Audit, dikatakan bahwa ada beberapa prosedur audit yang dikenal dengan istilah “substantives procedures”. Secara mudah, bisa dikatakan bahwa substantive procedures adalah serangkaian testing yang dilakukan yang tidak melibatkan pengujian terhadap pengendalian internal. Di dalam tulisan ini akan dibahas mengenai analytical procedures sebagai bagian dari substantive procedures. Perlu diketahui adalah apabila auditor ingin melakukan analytical procedures yang berkualitas, dia harus menguasai industri dan bisnis klien secara luar dalam. Tidak jarang seorang auditor ditugaskan untuk mengaudit klien-klien yang berada dalam industri yang sama (terlepas dari skala perusahaan), sehingga ia mempunyai keahlian industri spesifik . Misalkan auditor bank A akan sering ditugaskan untuk memegang klien yang berupa bank juga, terutama bilamana auditor tersebut sudah menduduki level yang cukup tinggi. Jarang terjadi seorang audit manager yang memegang klien manufaktur makanan akan diberikan tugas menjadi audit manager sebuah financial institution, tanpa adanya pengalaman terlebih dahulu.

Continue reading Analytical Procedures Dalam Audit

Activity Based Costing

Dalam artikel “Perkenalan Akuntansi Biaya” yang telah dibuat sebelumnya, disebutkan mengenai costing (cost of revenue) dalam manufacturing company. Ada 3 unsur production cost dalam manufacturing company yakni direct materials, direct labor dan overhead. Yang akan dibahas di dalam artikel ini adalah bagaimana cara mengalokasikan biaya overhead kepada produk-produk yang dihasilkan. Pada umumnya ada 2 cara untuk melakukannya, yakni:

  • Cara traditional costing allocation: Umumnya dengan metode ini, overhead dialokasikan berdasarkan jumlah direct labor yang dikeluarkan untuk membuat sebuah produk. Jadi, semakin banyak direct labor yang dikeluarkan untuk membuat produk A, semakin banyak pula overhead yang harus diserap oleh produk ini. Ini tidak melihat apakah proses produksi untuk produk A kompleks atau tidak. Basisnya adalah direct labor.
  • Cara Activity-Based Costing Allocation System: Ini dikenal dengan istilah ABC. Overhead dialokasikan berdasarkan jumlahnya aktivitas yang dikeluarkan untuk membuat sebuah produk. Semakin banyak tahap dan aktivitas yang terkait untuk membuat produk B maka semakin banyak overhead yang harus diserap oleh produk B. Pengalokasian tidak memandang apakah produk B menggunakan bahan baku premium atau memerlukan direct labor yang banyak. Di bawah akan dibahas lebih lanjut mengenai ABC allocation.

Continue reading Activity Based Costing

Cara Hitung PMK 39/2016, Pajak Baru Untuk Pemilik Kartu Kredit

Menghitung dengan detil pajak yang harus dibayarkan oleh pemilik kartu kredit bukanlah hal yang sederhana. Ketentuan baru pajak kartu kredit ini tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan No.39/PMK.03/2016 tentang Rincian Jenis Data Dan Informasi Serta Tata Cara Penyampaian Data Dan Informasi  Yang Berkaitan Dengan Perpajakan (Perubahan Kelima Keputusan Menteri Keuangan No. 16/PMK.03/2013).

PMK No. 39/2016 memang hanya mencantumkan beberapa item data dan informasi yang akan diterima oleh Ditjen Pajak, akan tetapi item ini berasal dari 23 lembaga sumber data.

Continue reading Cara Hitung PMK 39/2016, Pajak Baru Untuk Pemilik Kartu Kredit

Tujuan dari Prosedur Audit / Purposes of Audit Procedures

Penulisan ini merupakan lanjutan dari artikel mengenai audit. Di sini akan dibahas mengenai berbagai jenis “audit purposes” atau “audit objectives”. Saat membuat planning dan dokumentasi implementasi ke dalam bentuk workpaper, selalu dicantumkan mengenai “audit purpose of the workpaper”. Secara garis besar, ini adalah jenis-jenis audit purposes: Continue reading Tujuan dari Prosedur Audit / Purposes of Audit Procedures