Analytical Procedures Dalam Audit

Dalam artikel Perkenalan dengan Audit, dikatakan bahwa ada beberapa prosedur audit yang dikenal dengan istilah “substantives procedures”. Secara mudah, bisa dikatakan bahwa substantive procedures adalah serangkaian testing yang dilakukan yang tidak melibatkan pengujian terhadap pengendalian internal. Di dalam tulisan ini akan dibahas mengenai analytical procedures sebagai bagian dari substantive procedures. Perlu diketahui adalah apabila auditor ingin melakukan analytical procedures yang berkualitas, dia harus menguasai industri dan bisnis klien secara luar dalam. Tidak jarang seorang auditor ditugaskan untuk mengaudit klien-klien yang berada dalam industri yang sama (terlepas dari skala perusahaan), sehingga ia mempunyai keahlian industri spesifik . Misalkan auditor bank A akan sering ditugaskan untuk memegang klien yang berupa bank juga, terutama bilamana auditor tersebut sudah menduduki level yang cukup tinggi. Jarang terjadi seorang audit manager yang memegang klien manufaktur makanan akan diberikan tugas menjadi audit manager sebuah financial institution, tanpa adanya pengalaman terlebih dahulu.

Continue reading Analytical Procedures Dalam Audit

Activity Based Costing

Dalam artikel “Perkenalan Akuntansi Biaya” yang telah dibuat sebelumnya, disebutkan mengenai costing (cost of revenue) dalam manufacturing company. Ada 3 unsur production cost dalam manufacturing company yakni direct materials, direct labor dan overhead. Yang akan dibahas di dalam artikel ini adalah bagaimana cara mengalokasikan biaya overhead kepada produk-produk yang dihasilkan. Pada umumnya ada 2 cara untuk melakukannya, yakni:

  • Cara traditional costing allocation: Umumnya dengan metode ini, overhead dialokasikan berdasarkan jumlah direct labor yang dikeluarkan untuk membuat sebuah produk. Jadi, semakin banyak direct labor yang dikeluarkan untuk membuat produk A, semakin banyak pula overhead yang harus diserap oleh produk ini. Ini tidak melihat apakah proses produksi untuk produk A kompleks atau tidak. Basisnya adalah direct labor.
  • Cara Activity-Based Costing Allocation System: Ini dikenal dengan istilah ABC. Overhead dialokasikan berdasarkan jumlahnya aktivitas yang dikeluarkan untuk membuat sebuah produk. Semakin banyak tahap dan aktivitas yang terkait untuk membuat produk B maka semakin banyak overhead yang harus diserap oleh produk B. Pengalokasian tidak memandang apakah produk B menggunakan bahan baku premium atau memerlukan direct labor yang banyak. Di bawah akan dibahas lebih lanjut mengenai ABC allocation.

Continue reading Activity Based Costing

Aplikasi Scan QR Code Faktur Pajak Masukan Untuk Diekspor ke Program e-Faktur

Untuk memudahkan penginputan data PPN masukan, maka bisa menggunakan aplikasi Krishand QR Code Scanner. Data hasil scan dapat diolah dalam software Krishand PPN dan kemudian dapat diekspor ke program e-Faktur.

Silakan ikuti langkah-langkah berikut untuk menggunakannya:

  • Download aplikasinya di www.pajak.net/download/qrcode.apk dan install di smartphone Android Anda.
  • Setelah install selesai, buka aplikasi Krishand QR Code Scanner
  • Klik menu Jenis Dokumen dan tambahkan data “Dikreditkan” dan “Tidak Dikreditkan”
  • Kemudian klik menu Scan QR Code, lalu isi Jenis Dokumen, Bulan dan Tahun.
  • Setelah itu, mulailah scan QR Code dari faktur pajak masukan yang Anda terima dari vendor.
  • Hasil scan berupa file csv yang dapat dikirimkan ke email. File csv bisa dibuka dengan software Notepad atau Excel.

Cara Hitung PMK 39/2016, Pajak Baru Untuk Pemilik Kartu Kredit

Menghitung dengan detil pajak yang harus dibayarkan oleh pemilik kartu kredit bukanlah hal yang sederhana. Ketentuan baru pajak kartu kredit ini tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan No.39/PMK.03/2016 tentang Rincian Jenis Data Dan Informasi Serta Tata Cara Penyampaian Data Dan Informasi  Yang Berkaitan Dengan Perpajakan (Perubahan Kelima Keputusan Menteri Keuangan No. 16/PMK.03/2013).

PMK No. 39/2016 memang hanya mencantumkan beberapa item data dan informasi yang akan diterima oleh Ditjen Pajak, akan tetapi item ini berasal dari 23 lembaga sumber data.

Continue reading Cara Hitung PMK 39/2016, Pajak Baru Untuk Pemilik Kartu Kredit

Tujuan dari Prosedur Audit / Purposes of Audit Procedures

Penulisan ini merupakan lanjutan dari artikel mengenai audit. Di sini akan dibahas mengenai berbagai jenis “audit purposes” atau “audit objectives”. Saat membuat planning dan dokumentasi implementasi ke dalam bentuk workpaper, selalu dicantumkan mengenai “audit purpose of the workpaper”. Secara garis besar, ini adalah jenis-jenis audit purposes: Continue reading Tujuan dari Prosedur Audit / Purposes of Audit Procedures

Perkenalan dengan Biaya Pendapatan (Cost of Revenue)

Revenue merupakan salah satu akun yang dikategorikan sebagai akun penting. Tolak ukur dari keberhasilan suatu perusahaan beranjak dari jumlah revenue. Namun perihal yang tidak kalah pentingnya adalah biaya. Berapakah biaya terkait dengan “jualan” Anda? Bukan merupakan bisnis yang baik jika kita menjual barang jualan dengan margin yang sangat tipis dan yang pada ujungnya menghasilkan Operating Income yang kecil atau bahkan merugi.

Costing merupakan perihal yang penting dan tidak mudah. Kita perlu mengetahui berapakah product cost untuk barang yang kita jual. Pertama kita perlu melihat dulu nature dari bisnis kita. Di artikel ini akan dibahas mengenai klasifikasi umum nature bisnis. Continue reading Perkenalan dengan Biaya Pendapatan (Cost of Revenue)

Perkenalan dengan Just-In-Time Manufacturing

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai dasar manajemen produksi dan konsep dasar mengenai Just-In-Time di dalam dunia manufaktur.

Secara singkat, ada 5 “P” dalam dunia produksi/manufaktur, yaitu:

  1. Product: Ini menyangkut apa yang ingin dibuat.
  2. Plant: Ini menyangkut di mana produk ingin dibuat beserta segala hardware/machineries yang diperlukan untuk membuat produk.
  3. Process: Ini menyangkut bagaimana produk akan dibuat.
  4. Program: Ini menyangkut jadwal pembelian barang mentah, jadwal proses pembuatan barang, jadwal pembungkusan dan pendistribusian kepada pelanggan.
  5. People: Ini menyangkut pihak-pihak yang terlibat dalam proses perencanaan, proses produksi dan penjualan barang. Bila ditelaah lebih jauh, ini juga berkaitan dengan tempat dan kondisi di mana “people” bekerja, upah/gaji dan berapa banyak “people” yang dilibatkan dalam semua proses ini.

Continue reading Perkenalan dengan Just-In-Time Manufacturing

Pengendalian Internal (Internal Control)

Di dalam artikel berjudul Perkenalan dengan Audit, telah disinggung mengenai pengendalian internal atau istilah internal control. Secara singkat, internal control dapat didefinisikan sebagai rancangan di dalam sebuah organisasi yang menyangkut metode dan kebijakan di dalamnya guna mengamankan harta, memastikan ketepatan data akuntasi dan peningkatan efektifitas serta efisiensi di dalam perusahaan. Idealnya, internal control dalam perusahaan dipatuhi oleh semua orang yang terlibat di dalamnya.

Continue reading Pengendalian Internal (Internal Control)

Akuntansi Keuangan Versus Akuntansi Manajemen

Akuntansi bukanlah sekedar debit dan kredit. Seperti pernah disinggung di tulisan sebelumnya (Perkenalan dengan Audit), peranan akuntansi bersifat penting. Produk akhir dari para akuntan adalah laporan keuangan yang mana mempunyai kegunaan yang sangat penting untuk berbagai pihak dan pengambilan keputusan.

Mari kita fokuskan kegunaan data-data keuangan untuk kepentingan internal kita. Pihak internal yang dimaksud bisa berupa para direktur keuangan, pemilik perusahaan, general manager dan sebagainya. Namun informasi keuangan tidak bisa diberikan kepada mereka dengan begitu saja. Umumnya mereka ingin agar informasi disajikan dengan komprehensif dan diberikan advice dan analisis yang dapat membantu mereka dalam pengambilan keputusan.

Continue reading Akuntansi Keuangan Versus Akuntansi Manajemen

Kontribusi Tim Pajak Dalam Monthly Closing

Kadang kala fokus orang dalam monthly closing yang adalah “yang penting hutang jatuh tempo sudah dibayar”, “yang penting pendapatan sudah dicatat semua”, “yang penting klien sudah dikirimkan invoice”, dan lain lain. Dan terkadang orang berpikir bahwa segala yang belum tercatat bisa dicatat di bulan depan. Ya, itu memang bisa dilakukan. Namun bukan mindset seperti itulah yang dibutuhkan dalam akuntansi keuangan. Jika ada suatu transaksi penting dengan angka yang signifikan terlambat dicatat sehingga tidak tercermin dalam laporan keuangan, itu bisa berbahaya. Apalagi jika data keuangan diperlukan oleh upper management untuk sebuah pengambilan keputusan.

Apa hal mendasar yang dapat dijadikan kontribusi oleh tim pajak dalam proses closing? Sebenarnya tidak terlalu complicated, namun sangat penting.

Continue reading Kontribusi Tim Pajak Dalam Monthly Closing