{"id":100,"date":"2009-06-05T04:50:48","date_gmt":"2009-06-05T04:50:48","guid":{"rendered":"http:\/\/www.pajak.net\/blog\/?p=100"},"modified":"2009-06-05T05:13:45","modified_gmt":"2009-06-05T05:13:45","slug":"perubahan-formulir-pph-21-tahun-2009","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/100\/perubahan-formulir-pph-21-tahun-2009\/","title":{"rendered":"Perubahan Formulir PPh 21 Tahun 2009"},"content":{"rendered":"<p>Sesuai dengan PER-32\/PJ\/2009, maka terjadi perubahan pada formulir Bukti Potong PPh 21\/26, Daftar Bukti Potong PPh 21\/26, SPT Masa PPh 21\/26, dan SPT Tahunan PPh 21.<\/p>\n<p>Di samping formulir-formulir yang sudah ada, masih ada formulir tambahan yaitu : 1721-I, 1721-II, 1721-T<\/p>\n<p>Pada akhir tahun, perusahaan tetap harus membuat formulir 1721-A1 dan 1721-I.<\/p>\n<p>Walaupun bentuk\u00a0formulir Bukti Potong PPh 21\/26 sudah mengalami banyak perubahan, namun format formulir baru ini masih mengandung kelemahan yaitu :<\/p>\n<ul>\n<li>Tidak ada informasi status pegawai apakah kawin\/tidak kawin dan jumlah tanggungan<\/li>\n<li>Untuk jenis penghasilan\u00a0Upah Pegawai Tidak Tetap atau Tenaga Kerja Lepas, tidak ada informasi apakah dibayar bulanan atau tidak dan jika tidak dibayar bulanan, berapa hari kerja dan nilai upah harian.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika selama ini terdapat Bukti Potong PPh 21 dan Bukti Potong PPh 26, maka dengan adanya peraturan baru ini, maka perhitungan PPh 21 dan PPh 26 untuk pegawai tidak tetap digabung dalam bukti potong yang sama yaitu Bukti Potong PPh 21\/26.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sesuai dengan PER-32\/PJ\/2009, maka terjadi perubahan pada formulir Bukti Potong PPh 21\/26, Daftar Bukti Potong PPh 21\/26, SPT Masa PPh 21\/26, dan SPT Tahunan PPh 21. Di samping formulir-formulir yang sudah ada, masih ada formulir tambahan yaitu : 1721-I, 1721-II, 1721-T Pada akhir tahun, perusahaan tetap harus membuat formulir 1721-A1 dan 1721-I. Walaupun bentuk\u00a0formulir Bukti &hellip; <a href=\"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/100\/perubahan-formulir-pph-21-tahun-2009\/\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Perubahan Formulir PPh 21 Tahun 2009<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-100","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-perpajakan"],"jetpack_publicize_connections":[],"aioseo_notices":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p64vuL-1C","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}