{"id":16,"date":"2007-07-19T13:09:45","date_gmt":"2007-07-19T06:09:45","guid":{"rendered":"http:\/\/www.pajak.net\/blog\/archives\/16"},"modified":"2008-01-21T16:51:17","modified_gmt":"2008-01-21T16:51:17","slug":"ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/16\/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan-4\/","title":{"rendered":"KETENTUAN UMUM DAN TATACARA PERPAJAKAN (4)"},"content":{"rendered":"<p><font size=\"2\" face=\"Arial\">D. PENETAPAN DAN KETETAPAN PAJAK <\/font><\/p>\n<p><font size=\"2\" face=\"Arial\">1.\u00a0Apa pengertian Surat Tagihan Pajak (STP)<br \/>\nSurat Tagihan Pajak adalah surat untuk melakukan tagihan pajak dan atau sanksi administrasi berupa denda, dan atau bunga.<\/font><\/p>\n<p><font size=\"2\" face=\"Arial\">2.\u00a0Apa fungsi Surat Tagihan Pajak ?<br \/>\nFungsi Surat Tagihan Pajak:<br \/>\na.\u00a0sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang menurut SPT Wajib Pajak;<br \/>\nb.\u00a0sarana untuk mengenakan sanksi berupa bunga dan atau denda;<br \/>\nc.\u00a0sarana untuk menagih pajak.<\/font><\/p>\n<p><font size=\"2\" face=\"Arial\">3.\u00a0Dalam hal apa Surat Tagihan Pajak diterbitkan ?<br \/>\nSebab diterbitkannya STP:<br \/>\na.\u00a0pajak dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar;<br \/>\nb.\u00a0berdasarkan penelitian SPT terdapat kekurangan pembayaran akibat salah tulis dan atau salah hitung;<br \/>\nc.\u00a0Wajib Pajak dikenakan sanksi administrasi berupa denda dan atau bunga;<br \/>\nd.\u00a0Pengusaha yang dikenakan pajak tidak melapor untuk dikukuhkan sebagai PKP;<br \/>\ne.\u00a0Pengusaha yang tidak\/bukan PKP membuat Faktur Pajak.<br \/>\nf.\u00a0PKP tidak membuat faktur pajak atau membuat faktur pajak tapi tidak tepat waktu atau tidak mengisi faktur pajak dengan lengkap.<\/font><\/p>\n<p><font size=\"2\" face=\"Arial\">4.\u00a0Sanksi administrasi apa saja yang dapat ditagih dengan STP ?<br \/>\nJenis administrasi yang ditagih dengan Surat Tagihan Pajak:<br \/>\na.\u00a0denda administrasi Rp. 50.000,00 bagi Wajib Pajak yang tidak atau terlambat menyampaikan SPT Masa;<br \/>\nb.\u00a0denda administrasi Rp. 100.000,00 bagi Wajib Pajak yang tidak atau terlambat menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan;<br \/>\nc.\u00a0denda 2% dari Dasar Pengenaan Pajak bagi Pengusaha yang tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP, PKP yang tidak membuat atau tidak lengkap mengisi Faktur Pajak;<br \/>\nd.\u00a0bunga, bagi Wajib Pajak membetulkan sendiri SPT Tahunan sehingga\u00a0 mengakibatkan kurarng bayar;<br \/>\ne.\u00a0bunga, bagi Wajib Pajak yang terlambat atau tidak membayar pajak yang sudah jatuh tempo pembayarannya\u00a0<\/font><\/p>\n<p><font size=\"2\" face=\"Arial\">5.\u00a0Apakah yang dimaksud dengan Surat Ketetapan Pajak ?<br \/>\nSurat Ketetapan Pajak adalah surat ketetapan yang meliputi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat Ketetapan Kurang Bayar Tambahan atau Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Nihil.<\/font><\/p>\n<p><font size=\"2\" face=\"Arial\">6.\u00a0Apa yang dimaksud Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ?<br \/>\nSurat Ketetapan Pajak Kurang Bayar adalah surat keputusan yang menentukan besarnya jumlah pajak yang terutang, kredit pajak, kekurangan pembayaran pokok pajak, sanksi administrasi dan jumlah yang masih harus dibayar.<\/font><\/p>\n<p><font size=\"2\" face=\"Arial\">7.\u00a0Dalam hal apa SKPKB diterbitkan ?<br \/>\nSKPKB diterbitkan dalam jangka jangka 10 tahun apabila:<br \/>\n&#8211;\u00a0berdasarkan pemeriksaan atau keterangan lain, pajak yang terutang tidak atau kurang dibayar<br \/>\n&#8211;\u00a0SPT tidak disampaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan dalam Surat Teguran<\/font><\/p>\n<p><font size=\"2\" face=\"Arial\">8.\u00a0Apa yang dimaksud dengan SKPKBT ?<br \/>\nSurat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan adalah surat Keputusan yang menentukan tambahan atas jumlah pajak yang telah ditetapkan.<br \/>\na.\u00a0SKPKBT diterbitkan dalam jangka waktu 10 tahun sesudah saat terutang pajak, berakhirnya masa pajak, bagian tahun pajak atau tahun pajak,<br \/>\nb.\u00a0Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar adalah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran pajak karena jumlah kredit pajak lebih besar dari pajak yang terutang atau seharusnya tidak terutang;<br \/>\nc.\u00a0Surat Ketetapan Pajak Nihil adalah surat Keputusan yang menentukan jumlah pajak yang terutang sama besarnya dengan jumlah kredit pajak atau tidak terutang pajak dan tidak ada kredit pajak.<\/font><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>D. PENETAPAN DAN KETETAPAN PAJAK 1.\u00a0Apa pengertian Surat Tagihan Pajak (STP) Surat Tagihan Pajak adalah surat untuk melakukan tagihan pajak dan atau sanksi administrasi berupa denda, dan atau bunga. 2.\u00a0Apa fungsi Surat Tagihan Pajak ? Fungsi Surat Tagihan Pajak: a.\u00a0sebagai koreksi atas jumlah pajak yang terutang menurut SPT Wajib Pajak; b.\u00a0sarana untuk mengenakan sanksi berupa &hellip; <a href=\"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/16\/ketentuan-umum-dan-tatacara-perpajakan-4\/\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">KETENTUAN UMUM DAN TATACARA PERPAJAKAN (4)<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-16","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-perpajakan"],"jetpack_publicize_connections":[],"aioseo_notices":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p64vuL-g","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}