{"id":320,"date":"2013-04-26T18:23:21","date_gmt":"2013-04-26T11:23:21","guid":{"rendered":"http:\/\/www.pajak.net\/blog\/?p=320"},"modified":"2013-04-26T18:24:32","modified_gmt":"2013-04-26T11:24:32","slug":"pemahaman-yang-salah-mengenai-format-faktur-pajak-yang-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/320\/pemahaman-yang-salah-mengenai-format-faktur-pajak-yang-baru\/","title":{"rendered":"Pemahaman Yang Salah Mengenai Format Faktur Pajak Yang Baru"},"content":{"rendered":"<p>Banyak Wajib Pajak yang kurang memahami peraturan pajak sehingga dalam terapan bisnis, kadang-kadang disikapi terlalu berlebihan, khususnya mengenai formulir Faktur Pajak (PPN). Agar lebih mengerti tentang bentuk dan ukuran Faktur Pajak sesuai peraturan terbaru PER-24\/PJ\/2012, mari disimak lagi beberapa pasal penting di bawah ini:<\/p>\n<p><strong>Pasal 3 <\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Bentuk dan ukuran Faktur Pajak <strong>disesuaikan dengan kepentingan PKP<\/strong>. &#8211;&gt; bukan kepentingan pembeli<\/li>\n<li>Bentuk dan ukuran Faktur Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) <strong>dapat dibuat sebagaimana contoh<\/strong> pada Lampiran IA dan Lampiran IB yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini. &#8211;&gt; <em>dapat dibuat sebagaimana contoh, bukan wajib dibuat sebagaimana contoh<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pasal 5 <\/strong><\/p>\n<p>Faktur Pajak harus memuat keterangan tentang penyerahan Barang Kena Pajak dan\/ atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang paling sedikit mencantumkan: <\/p>\n<ul>\n<li>nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak yang menyerahkan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak; <\/li>\n<li>nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa Kena Pajak; <\/li>\n<li>jenis barang atau jasa, jumlah harga jual atau penggantian, dan potongan harga; <\/li>\n<li>Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut; <\/li>\n<li>Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang dipungut; <\/li>\n<li>kode, nomor seri, dan tanggal pembuatan Faktur Pajak; dan <\/li>\n<li>nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani Faktur Pajak.<\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.pajak.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/tulisan-lampiran-faktur-pajak.jpg\" target=\"_blank\"  rel=\"lightbox[320]\"><img data-recalc-dims=\"1\" loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.pajak.net\/blog\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/tulisan-lampiran-faktur-pajak_preview.jpg?resize=320%2C174\" border=\"0\" hspace=\"8\" alt=\"tulisan-lampiran-faktur-pajak\" align=\"top\" width=\"320\" height=\"174\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak Wajib Pajak yang kurang memahami peraturan pajak sehingga dalam terapan bisnis, kadang-kadang disikapi terlalu berlebihan, khususnya mengenai formulir Faktur Pajak (PPN). Agar lebih mengerti tentang bentuk dan ukuran Faktur Pajak sesuai peraturan terbaru PER-24\/PJ\/2012, mari disimak lagi beberapa pasal penting di bawah ini: Pasal 3 Bentuk dan ukuran Faktur Pajak disesuaikan dengan kepentingan PKP. &hellip; <a href=\"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/320\/pemahaman-yang-salah-mengenai-format-faktur-pajak-yang-baru\/\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Pemahaman Yang Salah Mengenai Format Faktur Pajak Yang Baru<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[178,54,177,179],"class_list":["post-320","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-perpajakan","tag-bentuk-faktur-pajak","tag-faktur-pajak","tag-faktur-pajak-cacad","tag-format-faktur-pajak"],"jetpack_publicize_connections":[],"aioseo_notices":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p64vuL-5a","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=320"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/320\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}