{"id":486,"date":"2016-05-19T13:17:34","date_gmt":"2016-05-19T06:17:34","guid":{"rendered":"http:\/\/www.pajak.net\/blog\/?p=486"},"modified":"2016-05-19T13:17:34","modified_gmt":"2016-05-19T06:17:34","slug":"activity-based-costing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/486\/activity-based-costing\/","title":{"rendered":"Activity Based Costing"},"content":{"rendered":"<p>Dalam artikel &#8220;<a href=\"http:\/\/www.pajak.net\/blog\/462\/perkenalan-dengan-audit\/\">Perkenalan Akuntansi Biaya<\/a>&#8221; yang telah dibuat sebelumnya, disebutkan mengenai <em>costing (cost of revenue)<\/em> dalam <em>manufacturing company<\/em>. Ada 3 unsur <em>production cost<\/em> dalam <em>manufacturing company<\/em> yakni <em>direct materials<\/em>, <em>direct labor<\/em> dan <em>overhead<\/em>. Yang akan dibahas di dalam artikel ini adalah bagaimana cara mengalokasikan biaya <em>overhead<\/em> kepada produk-produk yang dihasilkan. Pada umumnya ada 2 cara untuk melakukannya, yakni:<\/p>\n<ul>\n<li>Cara <em>traditional costing allocation<\/em>: Umumnya dengan metode ini, <em>overhead<\/em> dialokasikan berdasarkan jumlah <em>direct labor<\/em> yang dikeluarkan untuk membuat sebuah produk. Jadi, semakin banyak <em>direct labor<\/em> yang dikeluarkan untuk membuat produk A, semakin banyak pula <em>overhead<\/em> yang harus diserap oleh produk ini. Ini tidak melihat apakah proses produksi untuk produk A kompleks atau tidak. Basisnya adalah <em>direct labor<\/em>.<\/li>\n<li>Cara <em>Activity-Based Costing Allocation System<\/em>: Ini dikenal dengan istilah <em>ABC<\/em>. <em>Overhead<\/em> dialokasikan berdasarkan jumlahnya aktivitas yang dikeluarkan untuk membuat sebuah produk. Semakin banyak tahap dan aktivitas yang terkait untuk membuat produk B maka semakin banyak <em>overhead<\/em> yang harus diserap oleh produk B. Pengalokasian tidak memandang apakah produk B menggunakan bahan baku premium atau memerlukan <em>direct labor<\/em> yang banyak. Di bawah akan dibahas lebih lanjut mengenai <em>ABC allocation<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n<p><!--more-->Perusahaan terus ingin berinovasi dan menjadi lebih baik, baik dalam efisiensi proses produksi maupun berkaitan dengan kualitas produk yang dihasilkan. Dengan berjalannya waktu, perusahaan lebih <em>sophisticated<\/em> dalam melakukan kegiatan <em>production and operational<\/em>-nya guna memenuhi misinya untuk menjadi lebih baik. Dengan kata lain, aktivitas menjadi lebih banyak, lebih kompleks namun semua itu terbayarkan dengan <em>outcome<\/em> yang lebih bagus. Contoh dari kegiatan-kegiatan ini adalah <em>research and development<\/em> yang lebih baik, <em>quality control<\/em> yang lebih ekstensif, dan kegiatan pemasaran yang lebih gencar. Semua kegiatan itu memerlukan biaya dan biaya tersebut perlu dialokasikan ke produk yang dihasilkan. Caranya bagaimana? Dengan metode ABC allocation. Sebuah produk yang memakan banyak sumber daya akan dikatakan sebagai sebuah produk yang menyerap overhead lebih banyak.<\/p>\n<p>Untuk mengimplementasikan ABC allocation, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:<\/p>\n<ul>\n<li>Kita perlu mengerti dengan baik produk-produk yang dihasilkan dan proses produksinya.<\/li>\n<li>Dengan mengetahui proses produksi semua produk secara luar dalam, kita bisa mengindentifikasikan <em>\u201ccost drivers\u201d.<\/em> <em>Cost drivers<\/em> merupakan suatu terminologi yang sangat penting dalam <em>ABC allocation<\/em>. <em>Cost drivers<\/em> adalah aktivitas-aktivitas yang bisa dikelompokkan dan bisa dihubungkan dengan produk yang dihasilkan. Agar suatu aktivitas bisa digunakan dalam ABC allocation, harus dipastikan bahwa kegiatan tesebut:\n<ul>\n<li>Bisa diukur<\/li>\n<li>Bisa di-<em>control <\/em><\/li>\n<li>Bisa diterima oleh semua pihak-pihak yang terkait dalam proses produksi dan perhitungan<em> costing<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>Tidak ada rumus mutlak yang menyatakan bahwa ada jumlah <em>cost drivers<\/em> minimum yang harus diidentifikasi. Ini semua tergantung dari<em> nature<\/em> perusahaan dan kompleksitas proses produksi.<\/li>\n<li>Proses ABC allocation harus didukung oleh <em>upper management<\/em>, karena kegiatan ini memerlukan kerja sama dari banyak (atau bahkan semua) departmen. Sebaiknya dibuatkan sebuah <em>steering committee<\/em> khusus untuk mengepalai perpindahan proses <em>costing<\/em> Tentu <em>upper management<\/em> harus diberikan penjelasan <em>cost <\/em>dan<em> benefit<\/em> ABC allocation ini.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tujuan yang ingin dicapai dari ABC <em>allocation<\/em> adalah agar kita dapat memiliki perhitungan biaya produksi per produk yang lebih tajam. Pada akhirnya, kita pun bisa menetapkan harga jual yang tepat untuk masing-masing produk. Yang ingin dihindari adalah kita menetapkan harga jual yang tidak sesuai dengan <em>margin<\/em> yang diharapkan. Bahkan ada kemungkinan kita memberikan harga jual dibawah biaya produksi tanpa kita sadari. Namun perlu diingat bahwa metode alokasi biaya tidak ada yang 100% akurat. Apapun metode pengalokasian biaya yang digunakan tidak ada <em>accuracy<\/em> yang sempurna. Dengan kata lain, <em>all is an approximation.<\/em><\/p>\n<p>Apakah <em>ABC allocation<\/em> adalah metode yang mutlak? Tentu tidak. Ini merupakan suatu pilihan. Untuk berganti dari metode tradisional ke metode ABC tidaklah mudah. Ada kalanya ABC tidak memberikan <em>benefit<\/em> yang signifikan. Ini bisa terjadi bilamana proses produksi simpel dan tidak terdapat banyak <em>indirect cost<\/em> di dalamnya. Sekali lagi, <em>cost<\/em> dan <em>benefit<\/em> dari implementasi ABC harus diindentifikasi sejelas mungkin dari awal. Informasi tersebut harus dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang terlibat di dalamnya agar tiap pihak bisa memberikan kontribusi yang sebaik mungkin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam artikel &#8220;Perkenalan Akuntansi Biaya&#8221; yang telah dibuat sebelumnya, disebutkan mengenai costing (cost of revenue) dalam manufacturing company. Ada 3 unsur production cost dalam manufacturing company yakni direct materials, direct labor dan overhead. Yang akan dibahas di dalam artikel ini adalah bagaimana cara mengalokasikan biaya overhead kepada produk-produk yang dihasilkan. Pada umumnya ada 2 cara &hellip; <a href=\"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/486\/activity-based-costing\/\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Activity Based Costing<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false},"version":2}},"categories":[266,9],"tags":[301,289,303,288,302],"class_list":["post-486","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-akuntansi","category-artikel","tag-activity-based-costing","tag-akuntansi-biaya","tag-biaya-produksi","tag-manufaktur","tag-production-cost"],"jetpack_publicize_connections":[],"aioseo_notices":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p64vuL-7Q","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=486"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/486\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}