{"id":490,"date":"2016-06-14T21:31:18","date_gmt":"2016-06-14T14:31:18","guid":{"rendered":"http:\/\/www.pajak.net\/blog\/?p=490"},"modified":"2016-06-14T21:31:18","modified_gmt":"2016-06-14T14:31:18","slug":"perkenalan-dengan-balance-score-card","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/490\/perkenalan-dengan-balance-score-card\/","title":{"rendered":"Perkenalan Dengan Balance Score Card"},"content":{"rendered":"<p><em>Balance Score Card (BSC)<\/em> merupakan suatu <em>performance<\/em> <em>management tool<\/em> yang diperkenalkan oleh Robert Kaplan dan David Norton di tahun 1990-an. Mereka menyatakan bahwa guna mengukur <em>performance<\/em> dari sebuah perusahaan, tidak cukup dilihat dari laporan keuangannya saja. <em>BSC<\/em> merupakan suatu kerangka strategis yang digunakan manajemen sebuah organisasi untuk menyatakan visi-visinya, yang kemudian dimonitor implementasinya, lalu melihat efek dari implementasi tersebut. <em>BSC<\/em> ini mencakup 4 perihal yakni <em>financial, customer, internal business process<\/em>, dan <em>learning and growth<\/em>. Penggunaan <em>BSC<\/em> bukan saja hanya untuk mengukur keberhasilan di periode berjalan namun <em>BSC<\/em> juga menitikberatkan kepada perbaikan di kemudian hari. Perlu diingat bahwa <em>BSC<\/em> bukanlah sebuah KPI (key performance indicator) semata-mata, namun <em>BSC<\/em> merupakan sebuah <em>management tool<\/em>.<\/p>\n<p><!--more-->Berikut adalah pembahasan singkat mengenai ke-4 perihal yang disebutkan di atas.<\/p>\n<ul>\n<li><em>Financial:<\/em> Kita perlu mengetahui bagaimana <em>performance<\/em> perusahaan di mata para pemegang saham. Di sini perlu mengidentifikasi <em>\u201dvalues of the shareholders\u201d<\/em>. Selain itu, perihal <em>cost efficiency<\/em>, kenaikan <em>revenue, <\/em>dan kenaikan <em>profit<\/em> juga menjadi unsur penting.<\/li>\n<li><em>Customer<\/em>: Pertanyaan yang muncul di sini adalah \u201cBagaimana para pelanggan melihat kita sebagai sebuah perusahaan?\u201d. Kita perlu mengetahui bagaimana posisi perusahaan kita sekarang di mata pelanggan dan bagaimana kita ingin dilihat oleh mereka. Apakah <em>satisfaction rate<\/em> mereka sudah sesuai harapan?<\/li>\n<li><em>Internal business processes<\/em>: Yang menjadi poin penting di sini adalah \u201csehubungan dengan <em>internal process<\/em>, di bagian manakah kita harus menjadi yang terbaik?\u201d. Beberapa contoh yang perlu diperhatikan dan ditata dengan baik antara lain adalah <a href=\"http:\/\/www.pajak.net\/blog\/477\/pengendalian-internal-internal-control\/\"><em>internal control<\/em><\/a>, apakah ada aktivitas yang <em>redundant<\/em>, dan apakah ada pekerjaan yang bisa dibuat lebih singkat dan <em>automated<\/em>.<\/li>\n<li><em>Learning and growth<\/em>: Ini menitikberatkan kepada <em>intangible asset <\/em>perusahaan yang sangat penting yakni para pegawai. Para pegawai adalah pihak yang melaksanakan visi di lapangan. Oleh karena itu, hal seperti <em>\u201cemployee satisfaction\u201d<\/em> tidak bisa dilupakan. Kiranya manajemen dan para pegawai saling mengerti apa yang diharapkan oleh kedua belah pihak. Perihal mengenai \u201cpenempatan pegawai yang tepat di posisi yang tepat\u201d, \u201capakah pegawai memiliki keahlian teknikal dan softskill yang dibutuhkan\u201d dan \u201capakah pegawai perlu diberikan training?\u201d haruslah diperhatikan. Perusahaan tentunya selalu ingin bertumbuh, namun terkadang terlupakan bahwa semua itu harus didukung oleh pertumbuhan (kualitas) dari para pegawai.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Perlu diketahui bahwa dengan adanya <em>BSC<\/em>, kebersatuan dalam perusahaan lebih terasa. Di sini <em>key factors<\/em> dikumpulkan menjadi satu, sehingga bisa dilihat juga bagaimana <em>relationships<\/em> (bisa juga hubungan sebab-akibat) antara bagian yang satu dengan yang lain. Terkadang perusahaan melupakan departmen-departmen yang bukan merupakan <em>frontliner<\/em> di dalam bisnis. Mereka lupa bahwa bilamana tidak ada <em>\u201csupport departments\u201d,<\/em> bisnis pun tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Ini merupakan kondisi yang berbahaya karena bisa membuat pegawai lain merasa<em> demotivated<\/em> dan tidak melakukan pekerjaannya dengan maksimal. Diharapkan dengan <em>BSC<\/em>, perusahaan tidak hanya berfokus pada kesuksesan yang klise (dan juga bersifat short-term) yaitu profit tahun berjalan. <em>Long term goals<\/em> dan segala aspek yang menunjang itu perlu diperhatikan guna memelihara <em>longevity<\/em> dari perusahaan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Balance Score Card (BSC) merupakan suatu performance management tool yang diperkenalkan oleh Robert Kaplan dan David Norton di tahun 1990-an. Mereka menyatakan bahwa guna mengukur performance dari sebuah perusahaan, tidak cukup dilihat dari laporan keuangannya saja. BSC merupakan suatu kerangka strategis yang digunakan manajemen sebuah organisasi untuk menyatakan visi-visinya, yang kemudian dimonitor implementasinya, lalu melihat &hellip; <a href=\"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/490\/perkenalan-dengan-balance-score-card\/\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Perkenalan Dengan Balance Score Card<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false},"version":2}},"categories":[266,9],"tags":[308],"class_list":["post-490","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-akuntansi","category-artikel","tag-balance-score-card"],"jetpack_publicize_connections":[],"aioseo_notices":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p64vuL-7U","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/490","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=490"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/490\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=490"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=490"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=490"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}