{"id":497,"date":"2016-07-13T21:44:54","date_gmt":"2016-07-13T14:44:54","guid":{"rendered":"http:\/\/www.pajak.net\/blog\/?p=497"},"modified":"2016-07-13T21:47:56","modified_gmt":"2016-07-13T14:47:56","slug":"analisis-terhadap-liabilities","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/497\/analisis-terhadap-liabilities\/","title":{"rendered":"Analisis Terhadap Liabilities"},"content":{"rendered":"<p>Sisi kredit dalam <em>Balance Sheet<\/em> dalam bentuk <em>t-account <\/em>mencerminkan sisi <em>financing <\/em>sebuah perusahaan. Sisi ini menunjukkan seberapa besar posisi pendanaan dalam perusahaan untuk menjalankan usahanya. Pendanaan bisa berasal dari kantong sendiri (yakni melalui <em>total equity<\/em>) ataupun dari kantong pihak ketiga (yakni <em>total liabilities<\/em>). Seperti artikel-artikel yang pernah dibuat sebelumnya, di sini akan dibahas prosedur umum yang biasa dilakukan oleh seorang <em>financial controller\/finance and accounting manager<\/em> ataupun pihak auditor. Berikut adalah pembahasan mengenai akun-akun yang umumnya terdapat dalam <em>liabilities<\/em> perusahaan:<!--more--><\/p>\n<ol start=\"1\">\n<li><em>Accounts Payable<\/em>: Pada umumnya <a href=\"http:\/\/www.pajak.net\/software-hutang-dagang-krishand-account-payable.htm\">hutang dagang<\/a> adalah hutang kita kepada <em>supplier<\/em>\/<em>vendor<\/em> utama yang menyediakan bahan mentah\/servis yang dibutuhkan guna menjalankan <em>main business<\/em> Contohnya adalah sebagai berikut: Perusahaan kita adalah pembuat baju. Maka hutang dagang kita adalah hutang untuk pembelian bahan, kancing dan peralatan jahit. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk hutang dagang:\n<ul>\n<li>Apakah terdapat banyak hutang yang masa <em>outstanding-<\/em>nya melebihi standar periode pembayaran kita? Terkadang terdapat perbedaan pendapat mengenai pembayaran hutang. Ada pihak yang berpikiran bahwa kita harus menagih piutang kita secepatnya, namun membayar hutang selambat-lambatnya. Semua tergantung terhadap strategi manajemen arus kas perusahaan. Namun ada berbagai sisi negatif dari prinsip itu. Bilamana kita hanya memiliki sedikit <em>vendor<\/em> (misal dikarenakan bahan mentah kita adalah sangat <em>customized<\/em> dan hanya beberapa <em>vendor<\/em> yang mau membuatnya), tentunya kita harus membina hubungan baik dengan mereka. Bilamana kita tidak membayar hutang kita, maka tentunya <em>vendor<\/em> tidak akan memberikan <em>supply<\/em> bahan mentah kita lagi. Ini dapat berdampak buruk bagi kegiatan produksi dan penjualan. Terms of payments sangat perlu diperhatikan bilamana kita meng-<em>adopt<\/em> <a href=\"http:\/\/www.pajak.net\/blog\/478\/perkenalan-dengan-just-in-time-manufacturing\/\">JIT manufacturing<\/a>. Salah satu analisis rasio yang bisa dilakukan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunaskan hutang dagangnya adalah accounts payable turnover ratio dengan rumus sebagai berikut:\n<p>AP Turnover Ratio:\u00a0Total Purchase in Year 2XXX \/\u00a0Average AP in Year 2XXX<\/p>\n<p>Rumus di atas menyatakan seberapa cepat sebuah perusahaan dapat melunaskan hutangnya. Semakin besar hasil perhitungan rasio, maka semakin cepat perusahaan melakukan pelunasan. Dengan demikian, dapat ditarik sebuah asumsi bahwa perusahaan memiliki arus kas yang sehat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><em>Other Payables<\/em>: Hutang lain-lain menunjukkan hutang perusahaan yang pada umumnya tidak berkenaan dengan usaha utama perusahaan. Contohnya adalah hutang kepada <em>daily lunch caterer<\/em> dan hutang kepada <em>supplier<\/em> IT hardwares. Prosedur analisis untuk di point (a) dapat dilakukan di point ini.<\/li>\n<li><em>Accruals<\/em>: Prinsip akuntansi di Indonesia melakukan pengakuan transaksi dengan <em>accrual basis<\/em>. Dengan kata lain, transaksi diakui saat terjadi-nya (pada umumnya saat serah terima jasa\/barang). <em>Accrual expenses<\/em> pada umumnya berbasiskan <em>rationale<\/em> untuk pengakuan transaksi dan bukan berbasiskan <em>invoice<\/em> yang didapatkan dari <em>supplier<\/em>. Bilamana <em>invoice<\/em> telah diterima dari <em>supplier<\/em>, maka akan dilakukan reklasifikasi dari <em>accruals<\/em> ke <em>accounts payables<\/em> atau <em>other payables<\/em>. Contoh:\n<ul>\n<li>Sewa bulanan gudang ditagihkan oleh <em>lessor<\/em> tanggal 5 tiap bulannya, dimana kita diharapkan melalukan pembayaran tiap tanggal 20. Pada saat penutupan tahunan tanggal 31 Desember 2XX5, maka perusahaan harus mengakui beban sewa gudang tersebut untuk period 1-31 Desember 2XX5, walaupun belum ditagihkan oleh lessor. Jurnal yang akan dibuat tanggal 31 Desember 2XX5 adalah:\n<p>Dr. Beban sewa \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0 XX<br \/>\n    Cr. Beban sewa yang belum ditagihkan \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 XX<\/p>\n<p>Pertanyaan yang muncul adalah berapa angka beban sewa yang perlu diakui? Apa basisnya? Tentunya bilamana ini merupakan <em>recurring transaction<\/em>, kita dapat menggunakan tagihan bulan lalu (dengan asumsi tidak ada kenaikan biaya sewa) sebagai basis. Pada saat diterimanya invoice tanggal 5 January 2XX6, maka akan dilakukan reklasifikasi sebagai berikut:<\/p>\n<p>Dr. Beban sewa yang belum ditagihkan \u00a0 \u00a0 \u00a0 XX<br \/>\n    Cr. Hutang lain-lain \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 XX<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li><em>Loan<\/em>: Pinjaman bisa berupa pinjaman dari bank atau related party. Pinjaman kiranya disertai dengan perjanjian yang ditanda tangani pihak-pihak yang meminjamkan dan dipinjamkan. Bilamana ada perubahan, maka semua amendments atas pinjaman harus disertakan. Pada umumnya, <em>loan<\/em> disertai dengan pengenaan bunga. Kiranya kita melakukan perhitungan ulang untuk memastikan bahwa beban bunga (dalam <em>Profit and Loss Statement<\/em>) dan hutang bunga (dalam <em>Balance Sheet<\/em>) telah diakui sesuai dengan periode dan jumlahnya yang masih terhutang \/ terbebani.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Perlu diingat bahwa akun-akun yang sebutkan di atas adalah monetary <em>liabilities<\/em>. Dengan demikian bilamana <em>original currencies<\/em> dari transaksi tersebut (misal USD) adalah berbeda dengan mata uang laporan keuangan kita (misal IDR) perlu dilakukan translasi sesuai dengan kurs yang berlaku (saat transaksi dan tutup buku).<\/p>\n<p>Hal yang tidak kalah penting adalah untuk mempunyai dan me-<em>maintain<\/em> daftar yang lengkap berkaitan\u00a0 dengan semua <em>liabilities<\/em> yang ada. Terkadang perihal daftar\/list dianggap sepele. List sangat diperlukan untuk:<\/p>\n<ul>\n<li>Bilamana auditor ingin melakukan pengiriman konfirmasi audit ke <em>supplier<\/em>.<\/li>\n<li>Bilamana auditor ingin melakukan pemilihan samples dan pelaksanaan vouching ke dokumen pendukung.<\/li>\n<li>Bilamana perlu dilakukan <em>disclosure<\/em> nama-nama dari <em>vendor<\/em> utama di \u201cnotes to financial statements\u201d<\/li>\n<li>Bilamana ingin dilakukan <em>disclosure<\/em> dari transaksi-transaksi dengen related parties.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Demikian adalah contoh-contoh prosedur pemeriksaan pada <em>liabilities<\/em>. Tentunya masih banyak contoh akun dan prosedur yang dapat dilakukan. Itu semua tergantung pada <em>nature<\/em> dan kompleksitas perusahaan dan akun yang terkait.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sisi kredit dalam Balance Sheet dalam bentuk t-account mencerminkan sisi financing sebuah perusahaan. Sisi ini menunjukkan seberapa besar posisi pendanaan dalam perusahaan untuk menjalankan usahanya. Pendanaan bisa berasal dari kantong sendiri (yakni melalui total equity) ataupun dari kantong pihak ketiga (yakni total liabilities). Seperti artikel-artikel yang pernah dibuat sebelumnya, di sini akan dibahas prosedur umum &hellip; <a href=\"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/497\/analisis-terhadap-liabilities\/\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Analisis Terhadap Liabilities<\/span> <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false},"version":2}},"categories":[266,9],"tags":[240,318,317],"class_list":["post-497","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-akuntansi","category-artikel","tag-account-payable","tag-hutang","tag-liabilities"],"jetpack_publicize_connections":[],"aioseo_notices":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p64vuL-81","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=497"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/497\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.pajak.net\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}